Medifit Active Rehabilitation Center [mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apakah yang dimaksud dengan Iliotibial band syndrome (ITB)?”]

Sindrom iliotibial band (IT band syndrome atau ITBS) adalah rasa sakit dan nyeri di daerah sendi lutut dan paha bagian luar. Sindrom iliotibial band (ITBS) adalah penyebab paling umum dari nyeri lutut lateral dan paha pada pelari dan pengendara sepeda.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Bagaimana anatomi Iliotibial band syndrome (ITB)?”]

Iliotibial band (ITB) adalah jaringan ikat yang berjalan di sepanjang sisi luar paha, dari panggul hingga ke tulang kering dan merupakan hasil perpanjangan dari otot tensor fascia lata. ITB berperan penting dalam menjaga stabilitas hip dan lutut sisi luar. ITB membantu gerakan meluruskan lutut, membuka tungkai dan rotasi panggul ke arah luar.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apa penyebab Iliotibial band syndrome (ITB)?”]

ITBS disebabkan karena penggunaan gerakan penekukan dan pelurusan sendi lutut yang terlalu sering dan berlebihan sehingga terjadi gesekan (friction) antara ITB dengan tonjolan tulang paha (epikondilus lateralis dari femur). Selain itu, terjadi penjepitan ITB terhadap tonjolan paha pada saat lutut ditekuk 20-30o. Kelemahan otot glutes juga meningkatkan risiko terjadinya ITBS.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apakah faktor resiko Iliotibial band syndrome (ITB)?”]

Faktor risiko ITBS bersifat multifaktorial dan patologi yang mendasarinya masih belum dimengerti secara jelas. Kelainan anatomi tubuh seperti bentuk kaki O, kelemahan otot bokong ataupun perbedaan panjang tungkai akan menyebabkan ITB menjadi tegang. Faktor lingkungan seperti permukaan jalan yang miring, tidak rata, berbelok ataupun menanjak juga dipikirkan meningkatkan kejadian ITBS.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apa Tanda dan Gejala Iliotibial band syndrome (ITB)?”]

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Bagaimana diagnosis Iliotibial band syndrome (ITB)?”]

Penegakan diagnosis ITBS dapat dilakukan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pasien umumnya mengeluhkan nyeri lutut sisi luar terutama saat melakukan gerakan fleksi lutut seperti saat berlutut atau jongkok. Pemeriksaan radiologi biasanya tidak dibutuhkan untuk konfirmasi diagnosis ITBS. Pemeriksaan X-Ray lutut dilakukan apabila terdapat kecurigaan patah tulang paha.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Bagaimana cara mengatasi Iliotibial band syndrome (ITB)?”]

Tatalaksana ITBS untuk mengurangi nyeri dan peradangan dapat dilakukan terapi konservatif seperti RICE, NSAID, taping, injeksi kortikosteroid, pemijatan ITB dengan foam rolling atau dengan menggunakan terapi dry needling. Peregangan (stretching) pada tensor fascia lata, gluteus maksimus dan gluteus medius dapat memperbaiki keluhan ITBS.  Latihan fisik ditujukan untuk menormalisasikan lingkup gerak sendi, menguatkan otot ekstremitas bawah terutama otot hip rotator eksternal dan abduktor, serta meningkatkan kebugaran jantung-paru. Terapi pembedahan release ITB diindikasikan apabila terapi konservatif gagal memperbaiki keluhan dan gejala pasien

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Bagaimana mencegah Iliotibial band syndrome (ITB)?”]

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Sumber”]

  1.  Brukner, Peter; Khan K. Clinical sports medicine. 3rd ed. Clinical Sports Medicine. McGRAW-HILL; 2014. 9 p.
  2.  Aderem J, Louw QA. Biomechanical risk factors associated with iliotibial band syndrome in runners : a systematic review. BMC Musculoskelet Disord. 2015;(16):1–16.
  3.  Flynn SH, Medical O, Hospital G. Iliotibial band syndrome: a common source of knee pain. Ame Fam Physician. 2005;71(8):1545–50.

 [/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang wajib diisi ditandai *