Medifit Active Rehabilition Center

[mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apakah yang dimaksud dengan Frozen Shoulder?”]

Frozen shoulder atau adhesive capsulitis adalah gangguan berupa rasa nyeri dan kaku di area bahu. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya pergerakan bahu hingga terkadang tidak dapat digerakkan sama sekali. Frozen shoulder umumnya muncul dan memburuk secara bertahap, serta dapat berlangsung selama 1-3 tahun.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apa penyebab Frozen Shoulder?”]

Bahu memiliki kapsul pelindung berupa jaringan yang saling berhubungan. Kapsul ini melindungi tulang, ligamen, dan tendon pada bahu. Frozen shoulder terjadi karena jaringan parut membuat kapsul pelindung menebal dan menempel di sekitar sendi bahu, sehingga membatasi pergerakan bahu. Namun demikian, belum diketahui apa yang menyebabkan jaringan parut tersebut terbentuk.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apakah kaitannya Frozen Shoulder dengan Diabetes?”]

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pasien dengan diabetes ditemukan mengalami nyeri bahu sebanyak 27,5% dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes (sekitar 5%). Berdasarkan American Diabetes Association (ADA), 10-20% individu dengan diabetes mengalami frozen shoulder.  Mekanisme diabetes mempengaruhi kejadian frozen shoulder belum teridentifikasi secara jelas. Sebuah teori mengemukakan bahwa pada diabetes terjadi kerusakan mikrovaskular dan terjadi pembentukan suatu produk (Advanced Glycosylation End Products/AGEs) yang dapat merubah struktur kolagen, tendon dan ligamen sehingga struktur tersebut menjadi kaku dan lemah. Selain itu produk AGEs dapat menginduksi terjadinya peradangan.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apakah gejala Frozen Shoulder?”]

Frozen shoulder sangat mengganggu aktivitas penderitanya, terutama saat berkendara, berpakaian, dan saat tidur. Bahkan hanya untuk menggaruk punggung atau merogoh kantong belakang, penderita akan sangat kesulitan. Pada beberapa orang, gejala akan cenderung memburuk, terutama di malam hari.

Gejala frozen shoulder umumnya berkembang perlahan dalam tiga tahapan, yang setiap tahapannya bisa berlangsung selama beberapa bulan, yaitu:

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Apakah faktor resiko Frozen Shoulder?”]Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya frozen shoulder, antara lain:

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion][mkd_accordion style=”toggle”][mkd_accordion_tab icon_pack=”” title=”Bagaimana cara mencegah Frozen Shoulder?”]

Sampai saat ini belum ditemukan cara yang tepat untuk mencegah terjadinya frozen shoulder. Pada pasien diabetes, kontrol gula darah yang baik dapat menurunkan kejadian frozen shoulder. Latihan fisik berupa latihan penguatan dan peregangan otot-otot sekitar bahu serta latihan mobilsasi sendi bahu sangat disarankan untuk mempercepat proses pemulihan nyeri dan kekakuan sendi bahu tersebut. Pemberian obat anti inflamasi (NSAID) seperti ibuprofen dapat menurunkan tingkat nyeri dan peradangan pada bahu. Injeksi steroid ataupun asam hialuronat ke jaringan sekitar sendi bahu juga dapat membantu menurunkan peradangan sehingga kekakuan sendi bahu berkurang.

Apabila anda memiliki keluhan nyeri pada area sekitar bahu, disarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis kedokteran olahraga untuk mendapatkan tatalaksana secara komprehensif.

[/mkd_accordion_tab][/mkd_accordion]

satu Respon

  1. I pay a visit everyday a few blogs and sites to read articles or reviews, but
    this web site provides feature based articles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang wajib diisi ditandai *